UncategorizedUndangan Kolaborasi Pable untuk Para Kolaborator

Undangan Kolaborasi Pable untuk Para Kolaborator

Setiap penemuan di dunia ini berangkat dari suatu permasalahan. Terlepas dari apa dan mengapa suatu hal diciptakan, titik awal suatu inovasi selalu diinisiasi dari keinginan manusia untuk merubah suatu keadaan. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh sosok Dame Ellen Macarthur, pensiunan pelayar profesional, yang mendirikan Ellen Macarthur Foundation guna membantu transisi ekonomi dunia dari bentuk linier menuju sirkular.

Melalui artikel Mengenal Ekonomi Linier dan Resiko untuk Masa Mendatang, serta Pable Menerapkan Prinsip Ekonomi Sirkular dalam Proses Bisnis, kami menjelaskan perbedaan utama dari kedua bentuk Ekonomi. Secara singkat, apabila ekonomi linier menjunjung tinggi proses ‘mengambil, membuat, membuang’ dalam berbisnis, maka ekonomi sirkular merubah proses linier tersebut menjadi ‘mendaur ulang limbah, memperpanjang nilai guna produk, memperbaharui alam’. Berdasarkan pemarapan sederhana terhadap proses dari tiap bentuk ekonomi, kita pun dapat memahami bagaimana interaksi kedua ekonomi tersebut dengan alam. 

Ekonomi linier mengambil sumber daya alam untuk membuat suatu produk yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat sebelum akhirnya dibuang. Sedangkan ekonomi sirkular mencoba mengembalikan manfaat dari sumber daya alam yang diambil oleh ekonomi linier untuk kembali ke alam melalui tiga cara proses yang telah dipaparkan sebelumnya. Jika kedua bentuk ekonomi itu dikomparasi berdasarkan hubungannya dengan alam, maka ekonomi linier mengeksploitasi alam, dan ekonomi sirkular bekerja sama dengan alam. 

 

Secara mudah, kita dapat memilih mana yang lebih baik, bukan? 

Namun, pertanyaan terpenting bukan lagi mengenai apa yang lebih baik dan buruk. Karena konsekuensi dari ekonomi linier telah terjadi dan tidak dapat dielakkan lagi. Pemanasan global, sulitnya ekosistem alam dalam menyembuhkan dirinya sendiri, penumpukan sampah, dan masih banyak lagi. Semakin lama kita menunda untuk menyelesaikan permasalah tersebut, semakin minim kemungkinan kita untuk menyelamatkan bumi beserta isinya. Termasuk peradaban manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya kita melihat ekonomi sirkular sebagai solusi dari ekonomi linier.

 

Lantas, praktiknya seperti apa?

Ellen Macarthur Foundation mengajukan sebuah diagram sistem ekonomi sirkular yang rutin disebut sebagai infografis kupu-kupu. Di dalam diagram tersebut, ekonomi sirkular dibagi ke dalam dua sistem berdasarkan produk yang diproses. Dua sistem tersebut ialah sistem manajemen stok, dan sistem manajemen aliran energi terbarukan. Sistem manajemen stok berbicara mengenai bagaimana teknologi seperti smartphone, mesin cuci dan lainnya didesain, didaur ulang, dan dikomodifikasi untuk dapat digunakan secara terus menerus. Sedangkan sistem manajemen aliran energi terbarukan fokus pada pengembalian sumber daya alam untuk dapat kembali ke alam. Untuk detilnya, kami rekomendasikan untuk menonton video animasi mengenai ekonomi sirkular dari kanal YouTube Ellen Macarthur Foundation:

Di Pable, kami menerapkan diagram kupu-kupu dari sistem manajemen stok. Kami menjadikan sampah tekstil sebagai bahan baku kain daur ulang yang kami perjualkan. Besar harapan kami untuk kain daur ulang Pable dapat diserap oleh masyarakat dan industri untuk memaksimalkan nilai guna dari sumber daya yang terdapat pada sampah tekstil tersebut. Apabila kain daur ulang Pable selesai digunakan oleh pemiliknya, maka Pable pun siap untuk mengolahnya kembali menjadi kain daur ulang baru. Bentuk bisnis dengan sistem manajemen stok ini disebut sebagai closed-loop system, yang juga merupakan basis dari semua bentuk sistem dari infografis kupu-kupu. 

Closed-loop system milik Pable disebut We Are Circular. Sebutan itu kami ciutkan untuk memanusiakan konsep ekonomi sirkular bagi masyarakat agar lebih mudah untuk dipahami dan digeluti. Terlebih lagi, ketika kami menginterpretasi ekonomi sirkular bukan saja sebagai ekonomi yang memenangkan alam, namun juga manusia. Karena pada tiap-tiap sistem dalam infografis kupu-kupu, prinsip saling membutuhkan antara produser dan konsumer eksis secara terang-terangan. Tanpa pemahaman dan penerapan ekonomi sirkular dari dua pihak, maka ekonomi itu tidak dapat berjalan dengan efektif. 

Kini, ekonomi sirkular telah mulai diaplikasikan oleh banyak perusahaan secara global, namun belum menyeluruh. Oleh karena itu, bisa dikatakan praktik ekonomi sirkular belumlah sempurna. Mark de Wit, direktur dari Circle Economy, menanggapi ketidaksempurnaan dari ekonomi sirkular dengan menghadirkan circularity gap, atau pengukuran dasar global terhadap keadaan sirkular pada dunia. Data ini dihadirkan secara tahunan untuk membantu kita benar-benar memahami bagaimana cara untuk bergerak secara efektif menuju sirkularitas. Pable menggunakan data ini untuk menemukan solusi-solusi baru yang dapat diterapkan ke dalam bisnis kami. 

Akan tetapi, untuk saat ini,di dalam menanggapi circularity gap, Pable sangat mengedepankan prinsip saling membutuhkan yang hadir di dalam ekonomi sirkular itu sendiri. Yang kami terjemahkan sebagai kolaborasi, baik bersama individu, komunitas, maupun perusahaan. Kolaborasi antara Pable dan kolaborator hadir dalam berbagai bentuk. Dari koleksi fashion, produk home&living, hingga membuat program drop box bagi masyarakat yang ingin menyumbang sampah tekstil rumah tangga. Bagi kami, meskipun sederhana, namun penggabungan visi Pable dengan visi kolaborator mampu menghasilkan solusi-solusi baru untuk menyelesaikan permasalahan circularity gap pada tingkatan lokal, atau bahkan internasional. 

Kami percaya ekonomi dunia dapat bertransformasi dari linier menuju sirkular, dan kami yakin kolaborasi merupakan salah satu cara dalam menjalani proses sirkularitas tersebut . Setiap individu, komunitas, maupun perusahaan pastinya memiliki cara tersendiri dalam menghadapi permasalahan global ini. Termasuk Pable. Oleh karena itu, rasanya baik untuk mempersatukan visi-visi brilian tersebut demi menemukan solusi baru agar mengkikis circularity gap yang ada. 

Artikel ini merupakan wujud dari keresahan sekaligus undangan Pable bagi setiap pihak yang ingin berkolaborasi. Jika tertarik, kirim proposal kalian ke email info@pableliving.com, dan mari bersama-sama berjalan menuju dunia yang berkelanjutan.

Sumber:

  1. Ellen Macarthur Foundation (Website & YouTube).
  2. The Circularity Gap Reporting Initiative.

     

Scroll up Drag View