UncategorizedIndustri sebagai Komunitas: Solusi Lokal Pilihan Pable di Bulan Agustus!

Industri sebagai Komunitas: Solusi Lokal Pilihan Pable di Bulan Agustus!

Upaya penerapan prinsip Ekonomi Sirkular pada Industri Tekstil dan Fashion di Indonesia merupakan suatu perjalanan yang panjang. Pendapat ini diajukan karena Industri Tekstil dan Fashion memiliki bentuk industri yang saling terintegrasi secara ketat. Terdapat begitu banyak tahapan pada fase produksi di dalam menghasilkan satu buah busana. Fase produksi pun kemudian diikuti dengan fase distribusi dan konsumsi. Apabila ketiga fase tersebut dikaitkan dengan prinsip Ekonomi Sirkular, maka ketiganya harus dibahas berdasarkan sistem, metode kerja, dan pengolahan limbah yang mereka miliki. 

Akan tetapi, pada praktik aktual-nya, pelaku industri pada sektor Tektsil dan Fashion di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan Ekonomi Linier. Ekonomi yang memiliki sistem, metode kerja, dan pengolahan limbah yang merugikan kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik di dalam mempercepat penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri Tekstil dan Fashion di Indonesia adalah dengan melihat keseluruhan industri sebagai sebuah komunitas yang saling mempengaruhi satu sama lain. 

Sudut pandang tersebut kemudian mensugestikan bahwa regulator, produsen, konsumen, dan pihak-pihak lain di dalam industri memiliki peran serta tanggung jawab mereka masing-masing. Kolaborasi antara peran serta tanggung jawab setiap pihak lantas mempengaruhi progres dari penerapan Ekonomi Sirkular itu sendiri. Maka dari itu, transparasi informasi serta edukasi mengenai praktik-praktik Ekonomi Sirkular pada industri Tekstil dan Fashion yang telah dilaksanakan di Indonesia penting untuk dilakukan. 

Digerakkan oleh pemahaman tersebut, Pable sebagai salah satu produsen dari Industri Tekstil memutuskan untuk menyiarkan praktik-praktik kami secara publik. Namun, kami merasa informasi yang kami hadirkan tidaklah cukup karena perjuangan menuju dunia berkelanjutan tidak dapat dilakukan sendirian. Meskipun begitu, kami menyadari bahwa kami mempunyai teman-teman seperjuangan dengan visi dan misi yang serupa. Berangkat dari kesadaran itu, tim internal kami sering berdiskusi mengenai solusi-solusi berkelanjutan dari pihak lain. Baik dari partner-partner kami maupun brand & organisasi yang tidak kami kenal secara personal. 

Diskusi yang awalnya bersifat personal kemudian kami kembangkan menjadi wadah apresiasi solusi berkelanjutan dari teman-teman pelaku indusrti. Inisiatif ini kemudian lahir secara resmi di bulan Agustus 2021 melalui konten-konten social media kami. Konten tersebut kami sebut sebagai solusi-solusi lokal. Solusi lokal tersebut kami dapatkan melalui wawancara eksklusif dengan founder dan fashion designer dari beberapa eco-conscious local brand di Indonesia. Melalui upaya ini, kami berharap transparasi praktik Ekonomi Sirkular dari pihak produsen dapat lebih mudah diakses dan dicerna oleh masyarakat Indonesia. 

Berikut tiga artikel hasil wawancara kami dengan Hlaii, Ensemble dan Toko Didiyo di bulan Agustus!

Hlaii | Zero Waste Pattern: Cara Menyelamatkan Dunia sambil Mengenakan Pakaian Indah!

Ensemble | Responsibility Report: Perjalanan Berkelanjutan milik Produser dan Konsumer yang Selalu Berkembang.

Toko Didiyo | Didiyo Lawas & Zero Waste Shirt: Aksi Repurpose Kain untuk Memberikan Kehidupan Baru bagi Yang Lawas

Kami harap local solution pilihan Pable di bulan Agustus dapat memberikan inspirasi serta semangat bagi teman-teman untuk mulai mencari solusi-solusi baru terkait sampah tekstil di Indonesia!

Scroll up Drag View