UncategorizedFashion Bukan Sekedar Tren: Berantas FOMO Dengan Empat Langkah

Fashion Bukan Sekedar Tren: Berantas FOMO Dengan Empat Langkah

Definisi mengenai fashion sangatlah beragam. Bila berdasarkan kamus Inggris-Inggris Oxford, fashion dimaknai sebagai sebuah gaya populer pada suatu waktu atau tempat tertentu. Terkadang fashion pun dapat dipahami sebagai sebuah keadaan populer dari suatu produk mode. Eratnya popularitas dalam pembahasan mengenai fashion membuat kita sering menyamakannya dengan trend. Akan tetapi, sebuah artikel berjudul Difference Between Trend and Fashion memiliki argumen yang berbeda.

Pada artikel tersebut, kedua terminologi diartikan secara berbeda. Trend merujuk pada apa yang populer pada suatu masa. Sedangkan fashion merupakan gaya pakaian, rambut, dekorasi, atau perilaku terkini yang sedang populer. Singkatnya, fashion bukan tentang barang fashion apa yang kita gunakan, namun bagaimana cara kita menggunakan barang fashion tersebut. Oleh sebab itu tidak aneh jika banyak fashion designer menganggap bahwa fashion is self-expression

Meskipun begitu, sulit untuk kita memisahkan fashion dan trend. Bahkan banyak dari kita yang membeli sesuatu didasari oleh trend yang sedang berlangsung. Hal itu lumrah terjadi. Mengingat trend pada pembentukannya didorong oleh berbagai cara prakira dari para pemangku penting di dunia fashion. Kebanyakan perusahan fashion biasanya mengolah data-data konsumer untuk menjadi basis dari pembuatan koleksi baru mereka. Koleksi yang didesain secara khusus untuk memenuhi keinginan kita tersebut rasanya sulit untuk dihiraukan.

Pola konsumsi ini semakin digemari ketika teknologi komunikasi mulai memasuki kehidupan sehari-hari masyarakat. Seperti perpanjangan diri kita, ponsel pintar melengkapi setiap aktivitas yang kita lakukan. Termasuk dalam mengonsumsi produk fashion. Situasi ini kemudian membuat informasi semakin mudah untuk didapatkan hingga kita ketakutan untuk tertinggal. Kondisi takut untuk ketinggalan yang terkini disebut Fear of Missing Out, atau disingkat sebagai FOMO. 

FOMO merupakan kegelisahan terhadap suatu peristiwa menyenangkan atau menarik yang sedang terjadi di suatu tempat, dan biasanya dirangsang oleh post dari social media. Kegelisahan ini hadir dikarenakan kita merasa terasingkan apabila kita tidak mengetahui atau tidak ikut serta dalam peristiwa tersebut. Fenomena sosial umum ini kemudian digunakan oleh banyak perusahaan sebagai alat strategi marketing. Di dunia fashion, FOMO hadir dalam bentuk trend yang diiklankan pada kanal-kanal social media yang kita miliki. 


Lantas, apabila kita membeli sesuatu dikarenakan iklan fashion yang muncul di halaman internet kita, maka kita FOMO? Jawabannya tergantung.

Jika produk fashion yang kamu beli sesuai dengan jati dirimu, maka itu fashion. Karena produk fashion yang kamu pilih selaras dengan cara kamu mengekspresikan diri. Sebaliknya, jika tidak sesuai, maka kemungkinan besar produk fashion tersebut hanya merupakan trend yang kamu dapatkan untuk menghilangkan rasa FOMO dari hatimu. Sayangnya, tidak jarang bagi produk-produk fashion yang didapatkan karena FOMO berakhir tak terpakai dan hanya tersimpan di ujung lemari yang gelap. Pola konsumsi berbasis FOMO ini bukan saja buruk bagi pengeluaranmu, namun juga bagi kesejahteraan buruh industri apparel dan lingkungan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila kita membiasakan diri untuk bersikap bijaksana sebelum membeli apa yang sedang trend.

 

Tapi, gimana caranya? Simak empat tips dari kami untuk berantas FOMO dari pola konsumsi produk apparelmu!

Kenali Diri sebagai Tameng Pertama melawan FOMO!

Semakin baik kamu mengenal diri sendiri, semakin jelas apa yang kamu inginkan. Gunakan ponsel pintarmu untuk mencari berbagai referensi gaya berbusana yang kamu sukai! Jika serangan FOMO datang, cepat-cepat tenangkan diri untuk renungkan kembali apakah trend saat itu sesuai dengan kepribadianmu! 

Donasikan Produk FOMO ke Pihak Yang Membutuhkan!

Jika terlanjur, maka mulailah mengkurasi setiap produk yang kamu miliki secara seksama. Tanya berkali-kali ke dirimu sendiri apakah produk ini bisa kamu gunakan dengan maksimal. Jika tidak, donasikan bagi pihak-pihak yang jauh lebih membutuhkan.

Utamakan Circular Fashion Brand Ketimbang Fast Fashion Brand!

Berpindahlah ke brand-brand fashion yang memiliki semangat sirkular. Umumnya, brand dengan mindset sirkular akan menerapkan berbagai pendekatan yang tidak hanya mementingkan keuntungan. Cari kata-kata kunci seperti slow fashion, circular fashion, atau sustainable fashion

Temukan Nilai Berharga dari Tiap Barang yang Kamu Miliki.

Untuk produk-produk yang telah usang dan tidak dapat digunakan lagi, kamu dapat menyumbangkannya ke berbagai fasilitas waste management yang bertanggung jawab. Mereka dapat membantu kamu untuk mendaur ulang kembali suatu produk agar dapat digunakan secara jauh lebih maksimal.

 

Mari berantas FOMO demi membangun dunia yang berkelanjutan!

Scroll up Drag View