Our Story

Pable bersama Penenun

Berkenalan dengan Pak Mulyono, Penenun Kain Pel dari Pasuruan

Oleh : Aryenda Atma

Kali ini Pable ingin memperkenalkan salah satu aktor intelektual di balik proses penenunan kain kami yaitu Pak Mulyono, 38 tahun. 

Pria asli kelahiran Pasuruan, memilih profesi penenun sejak umur 20 tahun, karena faktor kebutuhan ekonomi. Berawal dari menjadi teknisi untuk Alat Tenun Bukan Mesin ( ATBM ), dengan memperbaiki bagian – bagian mesin tenun yang bermasalah. 

Hanya saja, ketika mesin tenun bermasalah maka akan berimbas pada proses produksi yang harus dilakukan oleh penenun, karena kebanyakan para penenun diupah harian berdasarkan seberapa banyak mereka dapat menghasilkan. Hal ini memicu Pak Mulyono untuk berpikir lebih jauh agar kendala – kendala di mesin tenun manual dapat diminimalisir dan upah pekerjaan harian tidak terpotong banyak. 

Akhirnya Pak Mulyono mulai mempelajari mesin dan cara merakitnya. Dimulai dengan mencari spare part dari mesin – mesin bekas, Pak Mulyono bersama dengan majikannya mempelajari lebih detail untuk menciptakan mesin tenun semi manual. Setengah menggunakan mesin dan setengah lagi tetap menggunakan keterampilan dari penenun.

Tujuannya agar bisa mengoptimalkan proses penenunan kain, sehingga hasil kain tenun per hari dapat mencapai target dan penenun harian tetap bisa mendapat penghasilan yang cukup. Pak Mulyono dengan bangga menyebut dirinya sebagai Pencipta dari Alat Tenun Semi Manual.

Scroll up Drag View